membangun brand dari blog

Efektifitas Personal Brand Building Dengan Blog (WordPress & Blogger)

Seberapa Efektif Membangun Personal Brand Lewat Blog?

Oleh : Arief Maulana

Show them who you are by profesional blog!

Masih ingatkah Anda dengan artikel saya yang berjudul Blogging For Branding? Bagus kalau Anda masih ingat. Disana saya menuliskan bagaimana sebuah blog bisa memberikan efek samping berupa pembangunan personal brand yang sangat penting bagi pengembangan karir kita, baik itu di dunia online maupun dunia nyata.

Ada seorang pengunjung yang membaca artikel ini kemudian bertanya kepada saya,

“Mas Arief,.. Gimana sih caranya untuk ‘membranding’ diri? apa harus punya blog dan sering buat artikel ??? Atau bisa cukup koment dimana-mana.”

Sebelum menjawab pertanyaan itu, perlu rekan-rekan ketahui bahwasanya inti dari aktivitas personal branding tersebut adalah bagaimana caranya agar orang lebih mengenal kita dan dari sana bisa tumbuh benih-benih kepercayaan.

Dengan demikian apapun cara Anda untuk membuat orang mengenal Anda, sah-sah saja disebut personal brand building. Toh itu semua terserah kepada Anda, mau menggunakan blog atau tanpa blog. Saya pribadi berpikir blog bisa menjadi sebuah sarana yang efektif sekali untuk membangun personal brand Anda. Tentu dengan catatan Anda mampu menghadirkan sebuah blog profesional, bukan blog yang hanya sekedar ngeblog tanpa ada backup kualitas di dalamnya.

Apa dan kenapa saya berani mengatakan bahwa blog cukup efektif untuk membangun personal branding Anda?

# DENGAN BLOG ANDA BISA MENJADI SIAPA SAJA

Awal mula blog dibuat adalah sebagai sarana untuk kita mengekspresikan diri kepada orang lain, sehingga di awal kemunculannya blog lebih sering dijadikan sebagai media curhat alias diary online. Bedanya dengan diary yang biasanya, semua orang bisa membacanya dan kita lah yang menghendaki demikian. Namun uniknya justru pola itu menjadi begitu populer (sebagai contoh, blog kambing jantan milik Raditya Dika yang isinya begitu menarik bahkan menjadi best seller ketika isi blognya dibukukan).

Sampai sekarang pola tersebut tidak pernah berubah. Hanya saja bagi sebagian orang, mereka melakukannya dengan cara yang berbeda. Mereka tidak sekedar menjadikan blog sebagai tempat curhat belaka namun sebagai media untuk menunjukkan kepada dunia arti sebuah profesionalitas.

Dengan blog Anda bisa menjadi siapapun yang Anda suka. Anda mau menjadi pebisnis handal (walau masih newbie), Anda mau jadi seorang konsultan (walau tidak pernah menempuh pendidikan sebagai seorang konsultan), Anda mau jadi penulis handal (walau masih baru belajar ngeblog), dll.

Apa itu artinya kita bisa berbohong? Dengan jujur saya katakan IYA. Anda bisa membohongi pengunjung Anda, walau itu amat sangat tidak saya sarankan. Anda bisa saja memberikan artikel-artikel berkualitas seolah-olah Anda adalah orang ahli, padahal materinya comot sana comot sini.

Saya sendiri lebih suka jujur menjadi apa adanya. Saya suka motivasi, pengembangan diri, bisnis, dll, ya saya sajikan artikel-artikel yang berkenaan dengan itu. Dalam setiap penyajian artikel pun saya berusaha untuk tidak copy paste, alias mengedepankan orisinilitas namun tetap dengan backup data / informasi yang akurat. Dari mana sumber data saya, 85% adalah dari buku-buku yang saya baca (hobi baca sih).

Harapannya tentu, ketika orang bicara soal motivasi, pengembangan diri, dan bisnis, maka rujukannya Arief Maulana founder of AriefMaulana.com atau Blog Motivasi Arief. Kalau ada kata motivator atau pebisnis online profesional, orang ingat dengan saya, hehehe… Just be honest who you are.

Kenapa harus jujur? Karena pada dasarnya tidak ada orang yang suka dibohongi. Dan bicara soal tidak jujur, Anda sama saja dengan menaruh bom waktu. Suatu saat kebohongan itu terbongkar, akan sulit mengembalikan kepercayaan orang kepada Anda.

Saya sering main-main ke blog-blog baru untuk mencari tahu siapa dan bagaimana pemilik blog tersebut (SPY MODE: ON). Anda tahu apa yang saya temui? BANYAK ORANG MENULIS DI BLOGNYA DENGAN TERPAKSA, padahal itu suatu kesalahan yang besar.

Mereka memaksakan diri untuk membangun suatu figur yang sebenarnya tidak cocok dengan diri mereka. Mereka membangun personal branding yang kurang tepat, dan melakukan itu semua dengan terpaksa. Sehingga satu pertanyaan maut bisa dengan mudah dilontarkan,

“Sampai kapan mereka bisa bertahan seperti itu? Seberapa lama mereka bisa terus konsisten ngeblog? Seberapa sukses personal branding yang mereka lakukan lewat blog yang dilakukan dengan keterpaksaan?”

Solusi untuk masalah ini? BE YOUR SELF.

Seperti halnya blog ini. Saya saat ini sedang menggeluti internet marketing (bisnis internet), tapi saya memilih tidak membangun blog dengan tema mutlak bisnis online. Saya lebih memilih tetap bertahan di jalur motivasi dan pengembangan diri, walau sesekali nulis tentang bisnis.

Kenapa? Karena saya suka. Dan kalau sudah suka jadi konsisten dan bisa memberikan yang berkualitas kepada Anda semua. Lagipula sudah komitmen saya untuk terus menghadirkan artikel berkualitas minimal 1x dalam seminggu.

Saya merasa sudah cukup banyak blog-blog bisnis profesional yang membahas tentang bisnis online. Ada JokoSusilo.com, Mashengky.com, WellyMulia.com, RomiSatrioWahono.net, dll. Buat saya mereka sudah mengcover artikel-artikel berkualitas berkenaan dengan bisnis online.

Jadi, saya tidak memaksakan diri untuk menulis apa yang tidak saya pahami dan yakin betul (walau actionnya oke punya, hehehe…) Dari sikap yang saya pertahankan ini pada akhirnya membawa pada alasan kedua kenapa membangun personal branding dengan blog sangat efektif.

Tidak saya bagikan disini biar tidak kepanjangan dan membuat Anda lelah membaca. Nantikan saja seri kelanjutannya. Yang jelas di bagian kedua, Anda akan tahu bagimana efektifitas dari blogging for branding building ini akan meningkatkan karir Anda di bidang apapun yang sedang tekuni.